Kita semua tahu jika Indonesia itu berada di lingkaran Ring of Fire. Istilah kerennya memang begitu, tapi kenyataannya kita harus akrab sama yang namanya getaran alias gempa bumi. Selain pondasi kuat, bagian atas rumah alias atap juga punya peran krusial. Nah, disinilah genteng tahan gempa diperlukan.
Genteng Tahan Gempa dan Jenisnya
Bayangkan kalau gempa datang dan genteng rumah beratnya minta ampun, risiko ambruknya plafon jadi makin besar. Makanya, memilih genteng bukan cuma soal estetik biar rumah kelihatan cakep di Instagram, tapi juga soal keamanan. Berikut adalah jenis-jenis genteng tahan gempa yang bisa jadi pilihan cerdas buat hunian.
Genteng Metal
Genteng metal jadi primadona buat rumah tahan gempa karena bobotnya yang super ringan. Kalau genteng tanah liat biasanya bikin struktur rumah berat karena bobotnya bisa mencapai puluhan kilogram, genteng metal ini ibaratnya hanya kasih beban minimal sehingga jauh lebih enteng dan tidak membebani bangunan.
Keunggulan lainnya adalah sistem pengamanannya. Biasanya genteng metal dipasang dengan sekrup ke rangka atap (baja ringan). Jadi, saat ada guncangan hebat, genteng tidak bakal gampang merosot atau berhamburan jatuh menimpa penghuni di bawahnya.
Genteng Aspal (Bitumen)
Sering melihat atap rumah yang bentuknya datar-datar estetik ala perumahan elit? Bisa jadi itu genteng bitumen. Genteng ini terbuat dari campuran aspal, serat kayu, dan resin. Sifatnya yang elastis sehingga tidak mudah pecah kalau terkena getaran.
Genteng ini biasanya punya lapisan lem yang bikin dia menempel erat pada triplek alas atap. Kelebihan lainnya jelas keamanan saat gempa terjamin.
Genteng Fiber Semen
Genteng ini bentuknya lembaran dan sering dianggap sebagai alternatif yang lebih kuat dibanding asbes lama. Karena bentuknya yang lebar-lebar, jumlah sambungannya jadi lebih sedikit. Ini memperkecil kemungkinan atap lepas satu per satu saat diguncang gempa. Selain itu, materialnya juga cukup ringan dan tidak membebani struktur bangunan secara berlebihan.
Genteng Keramik
Genteng keramik modern biasanya punya sistem interlocking (pengait) yang sangat presisi dan kuat. Asalkan dipasang dengan teknik yang benar dan rangka kokoh, sistem pengait ini bakal menjaga genteng tetap di posisinya meski bumi bergetar. Kelebihannya? Rumah jadi jauh lebih adem dan kelihatan mewah.
Mana yang Paling Bagus?
Sebenarnya, kunci utama rumah tahan gempa bukan cuma di jenis gentengnya, tapi di beban keseluruhan atap. Semakin ringan beban di atas kepala kita, kian kecil risiko struktur bangunan gagal menahan beban saat diguncang.
Kalau sedang mencari genteng tahan gempa yang paling aman secara bobot dan harga, genteng metal atau bitumen adalah jawabannya. Tapi kalau ingin tetap pengen pakai yang lumayan berat, pastikan rangka atap seperti baja ringan sudah dihitung kekuatannya oleh ahlinya. Ingat, rumah itu tempat berlindung, jadi pastikan bagian atapnya aman bukan malah jadi ancaman saat bencana datang.
